Artikel Aksi Nyata
Pendidikan Guru Penggerak_Angkatan 1
MEMBANGUN MOTIVASI INTRINSIK DENGAN PEMBIASAAN IBADAH DI KELAS
Latar Belakang
Guru sebagai fasilitator harus
paham dengan perannya di kelas dengan baik dan dilaksanakan dengan penuh
tanggung jawab. Suatu kebiasaaan baik tidak akan dilakukan secara tiba-tiba
tapi tentunya butuh pembiasaan secara terus menerus. Pembiasaan ini juga tidak
boleh dilakukan dari paksaan satu pihak tetapi harus disepakati secara bersama.
Kesepakatan tersebut harus dibuat oleh murid itu sendiri dengan pemdampingan
oleh guru. Salah satu cara untuk membangun motivasi intrinsik dengan cara
memberikan pembiasaan mengenai hal apa yang ingin dicapai. Pokok permasalahan
dalam aksi nyata ini adalah membangun kebiasaan ibadah dalam diri murid agar
nantinya murid tumbuh menjadi generasi yang menyakini dan memahami serta mampu
mengalamalkan ajaran agamanya dengan baik.
Hal ini menjadi perhatian saya karena melihat permasalahan yang terjadi di kelas saya pada khususnya dan kondisi di sekolah saya pada umumnya adalah murid belum menyadari sepenuhnya pentingnya beribadah kepada Tuhan yang Maha Esa, terkadang masih muncul rasa malas dan tidak peduli pada diri murid. Padahal hal ini merupakan salah satu kunci dalam kehidupan. Jika murid memiliki motivasi intrinsik terkait ibadah ini dalam dirinya maka kebiasaan-kebiasaan baik akan mudah dimunculkan dalam diri murid.
Hasil Aksi Nyata
Adapun kegiatan aksi nyata yang dilakukan dalam rangka menumbuhkan
motivasi instrinsik dalam diri murid adalah dengan pembiasaan ibadah di dalam
kelas. Pembiasaan ibadah di dalam kelas yang saya lakukan adalah berdoa setiap
memulai dan mengakhiri kegiatan pembelajaran dan mengaitkan materi pelajaran
dengan ayat yang terkait di dalam Al Quran.
Walupun pembelajaran dilakukan secara daring tetapi saya tetap
memulai pembelajaran dengan terlebih dahulu meminta siswa untuk berdoa. Ada 3
cara yang saya lakukan dalam kegiatan berdoa ini. Cara pertama adalah meminta
siswa yang paling pertama bergabung
dalam kelas daring pada hari tersebut untuk memimpin doa dengan cara merekam
suara jika pembelajaran dilakukan via group Wa
dan
secara langsung jika dilakukan saat pertemuan virtual. Cara kedua adalah
meminta kepada perwakilan siswa yang bersedia memimpin doa dan cara memimpin
doa masih seperti di cara pertama. Cara
ketiga, saya selaku guru juga mengambil peran memimpin doa, hal ini saya
lakukan agar murid memahami bahwa saya sebagai guru juga mengambil peran dalam
kegiatan ini dan tidak hanya sekedar memberi perintah saja. Kegiatan yang saya
berikan kepada murid yang tidak memimpin doa ketika pembelajaran saya lakukan
via group Wa adalah meminta murid untuk mengirim emoticon jika sudah selesai
berdoa, hal ini bertujuan agar murid yang lain juga merasa memiliki peran dan
diperhatikan. Namun jika dilakukan pada pertemuan virtual saya cukup meminta
murid untuk mengaaminkan doa.
Kegiatan lain yang saya lakukan dalam pembiasaan berdoa ini adalah
mengajak murid berdiskusi tentang mengapa kita harus senantiasa berdoa kepada
Allah. Hal ini saya lakukan agar murid tidak hanya sekedar melakukan tetapi
mereka paham apa yang mereka lakukan.
Mengaitkan materi pelajaran dengan ayat yang ada dalam Al Quran juga saya lakukan dalam kegiatan pembiasaan ibadah ini. Jadi sebelum melakukan pembelajaran saya mencari ayat pada Al Quran yang ada kaitannya dengan materi yang saya bawakan. Kemudian meminta siswa untuk membaca ayat tersebut serta membaca terjemahannya. Salah satu contoh ayat yang saya ambil adalah ayat 50 surah Al Isra dan ayat 40 surah An Nisa. Ayat 50 surah Al Isra terkait dengan materi batu dan besi. Pada ayat ini guru bisa menjelaskan ke siswa bahwa Besi yang merupakan senyawa logam disebutkan dalam Al Quran, hal ini berarti pada dasarnya agama itu tidak hanya mengajarkan tentang akhlak tetapi juga terdapat pengajaran ilmu pengetahuan. Demikian pula dengan ayat 40 pada surah An Nisa yang pada ayat tersebut disebutkan tentang biji zarrah, materi yang bisa dikaitkan dengan ayat ini adalah materi tentang atom. Selain itu pada terjemahan ayat ini terkait dengan perbuatan yang dilakukan manusia. Sekecil apapun yang dilakukan oleh manusia semua akan mendapatkan balasan dari Allah, baik itu perbuatan baik maupun perbuatan buruk. Hal ini jika disampaikan dengan baik kepada murid maka akan terbangun motivasi intrinsik dalam dirinya karena mereka semakin paham mengenai ajaran agama yang dianutnya, walaupun sedikit tapi pasti akan memberikan dampak yang baik, karena kebiasaan baik itu dimulai dari hal yang sederhana tetapi bermakna.
Kelebihan dan Kekurangan
Setiap kegiatan yang dilakukan pasti terdapat kelebihan dan
kekurangan. Kelebihan pada kegiatan ini adalah murid terbiasa untuk senatiasa
berdoa sebelum memulai pelajaran dan memahami pentingnya berdoa, sehingga murid
akan melakukan tanpa paksaan dari guru. Kelebihan berikutnya yang diperoleh
dari kegiatan pembiasaan ini adalah murid tidak hanya sekedar membaca ayat-ayat
pada Al Quran tetapi mereka dapat memahami makna yang terkandung di dalamnya
serta dikaitkan pada materi yang mereka pelajari sehingga akan menumbuhkan
keimanan dalam diri murid.
Adapun kekurangan pada kegiatan ini, guru harus harus lebih memahami lagi ayat-ayat yang ada dalam Al quran terkait dengan materi yang diajarkan. Beberapa siswa masih malu-malu untuk memimpin doa. selain itu kendala lain nya adalah jika ada murid yang berbeda agama di kelas. Hal ini belum saya ditemui di kelas saya karena kondisi agama siswa masih homogen.
Rencana Perbaikan Kegiatan
Berdasarkan kekurangan yang
dihadapi maka perlu dilakukan perbaikan. Guru harus lebih aktif lagi dalam memberi
motivasi kepada siswa agar lebih percaya diri lagi untuk memimpin doa dan terus
memberikan penguatan dan dukungan kepada murid. Perbaikan kedua adalah guru
lebih aktif lagi dan mencari ayat Al Quran yang terkait dengan materi
pelajaran, dan akan lebih baik lagi jika berkonsultasi/berkolaborasi dengan
guru pendidikan Agama Islam atau pihak lain yang lebih kompeten misalnya pemuka
agama. Terkait kendala jika ada murid yang beragama berbeda, guru bisa memberi
tugas kepada murid untuk mencari pada kitab suci atau ajaran pada agama yang
dianutnya terkait dengan materi pelajajaran. Hal ini ini juga sekaligus dapat
memumbuhkan motivasi instrinsik dalam hal saling menghargai perbedaan agama,
dan murid akan memahami bahawa setiap ajaran agama mengajarkan kebaikan
sehingga akan memumbuhkan toleransi beragama dalam diri murid.
