Sabtu, 19 Desember 2020

Artikel Aksi Nyata
Pendidikan Guru Penggerak_Angkatan 1 

MEMBANGUN MOTIVASI INTRINSIK DENGAN PEMBIASAAN IBADAH DI KELAS

Latar Belakang

 Salah satu peran murid merdeka adalah menyakini dan memahami serta mampu mengamalkan ajaran agama yang diyakininya dengan baik. Peran ini juga sejalan salah satu ciri generasi yang memiliki profile Pancasila yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlah mulia. Pada dasarnya sifat ini sudah ada dalam diri semua manusia termasuk murid kita. Tetapi butuh pembiasaan untuk memunculkan sifat ini dan menjadi disiplin positif pada diri murid. Disinilah peran seorang guru untuk menumbuhkan dalam diri muridnya sehingga murid akan melakukan kebiasaan tersebut agar tumbuh menjadi murid yang merdeka. Kebiasaan baik akan senantiasa murid lakukan jika di dalam diri murid sudah terbangun motivasi intrinsik. Seperti yang kita ketahui motivasi intrinsik adalah suatu motivasi yang berasal dari diri seseorang untuk melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan yang kita harapkan adalah murid menjadi manusia merdeka dengan profile pancasila.

Guru sebagai fasilitator harus paham dengan perannya di kelas dengan baik dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Suatu kebiasaaan baik tidak akan dilakukan secara tiba-tiba tapi tentunya butuh pembiasaan secara terus menerus. Pembiasaan ini juga tidak boleh dilakukan dari paksaan satu pihak tetapi harus disepakati secara bersama. Kesepakatan tersebut harus dibuat oleh murid itu sendiri dengan pemdampingan oleh guru. Salah satu cara untuk membangun motivasi intrinsik dengan cara memberikan pembiasaan mengenai hal apa yang ingin dicapai. Pokok permasalahan dalam aksi nyata ini adalah membangun kebiasaan ibadah dalam diri murid agar nantinya murid tumbuh menjadi generasi yang menyakini dan memahami serta mampu mengalamalkan ajaran agamanya dengan baik.

Hal ini menjadi perhatian saya karena melihat permasalahan yang terjadi di kelas saya pada khususnya dan kondisi di sekolah saya pada umumnya adalah murid belum menyadari sepenuhnya pentingnya beribadah kepada Tuhan yang Maha Esa, terkadang masih muncul rasa malas dan tidak peduli pada diri murid. Padahal hal ini merupakan salah satu kunci dalam kehidupan. Jika murid memiliki motivasi intrinsik terkait ibadah ini dalam dirinya maka kebiasaan-kebiasaan baik akan mudah dimunculkan dalam diri murid. 

Hasil Aksi Nyata

Adapun kegiatan aksi nyata yang dilakukan dalam rangka menumbuhkan motivasi instrinsik dalam diri murid adalah dengan pembiasaan ibadah di dalam kelas. Pembiasaan ibadah di dalam kelas yang saya lakukan adalah berdoa setiap memulai dan mengakhiri kegiatan pembelajaran dan mengaitkan materi pelajaran dengan ayat yang terkait di dalam Al Quran.

Walupun pembelajaran dilakukan secara daring tetapi saya tetap memulai pembelajaran dengan terlebih dahulu meminta siswa untuk berdoa. Ada 3 cara yang saya lakukan dalam kegiatan berdoa ini. Cara pertama adalah meminta siswa yang paling  pertama bergabung dalam kelas daring pada hari tersebut untuk memimpin doa dengan cara merekam suara jika pembelajaran dilakukan via group Wa

dan secara langsung jika dilakukan saat pertemuan virtual. Cara kedua adalah meminta kepada perwakilan siswa yang bersedia memimpin doa dan cara memimpin doa masih seperti di cara pertama.  Cara ketiga, saya selaku guru juga mengambil peran memimpin doa, hal ini saya lakukan agar murid memahami bahwa saya sebagai guru juga mengambil peran dalam kegiatan ini dan tidak hanya sekedar memberi perintah saja. Kegiatan yang saya berikan kepada murid yang tidak memimpin doa ketika pembelajaran saya lakukan via group Wa adalah meminta murid untuk mengirim emoticon jika sudah selesai berdoa, hal ini bertujuan agar murid yang lain juga merasa memiliki peran dan diperhatikan. Namun jika dilakukan pada pertemuan virtual saya cukup meminta murid untuk mengaaminkan doa.

Kegiatan lain yang saya lakukan dalam pembiasaan berdoa ini adalah mengajak murid berdiskusi tentang mengapa kita harus senantiasa berdoa kepada Allah. Hal ini saya lakukan agar murid tidak hanya sekedar melakukan tetapi mereka paham apa yang mereka lakukan.

Mengaitkan materi pelajaran dengan ayat yang ada dalam Al Quran juga saya lakukan dalam kegiatan pembiasaan ibadah ini. Jadi sebelum melakukan pembelajaran saya mencari ayat pada Al Quran yang ada kaitannya dengan materi yang saya bawakan. Kemudian meminta siswa untuk membaca ayat tersebut serta membaca terjemahannya. Salah satu contoh ayat yang saya ambil adalah ayat 50 surah Al Isra dan ayat 40 surah An Nisa. Ayat 50 surah Al Isra terkait dengan materi batu dan besi. Pada ayat ini guru bisa menjelaskan ke siswa bahwa Besi yang merupakan senyawa logam disebutkan dalam Al Quran, hal ini berarti pada dasarnya agama itu tidak hanya mengajarkan tentang akhlak tetapi juga terdapat pengajaran ilmu pengetahuan. Demikian pula dengan ayat 40 pada surah An Nisa yang pada ayat tersebut disebutkan tentang biji zarrah, materi yang bisa dikaitkan dengan ayat ini adalah materi tentang atom.  Selain itu pada terjemahan ayat ini terkait dengan perbuatan yang dilakukan manusia. Sekecil apapun yang dilakukan oleh manusia semua akan mendapatkan balasan dari Allah, baik itu perbuatan baik maupun perbuatan buruk. Hal ini jika disampaikan dengan baik kepada murid maka akan terbangun motivasi intrinsik dalam dirinya karena mereka semakin paham mengenai ajaran agama yang dianutnya, walaupun sedikit tapi pasti akan memberikan dampak yang baik, karena kebiasaan baik itu dimulai dari hal yang sederhana tetapi bermakna.

Kelebihan dan Kekurangan

Setiap kegiatan yang dilakukan pasti terdapat kelebihan dan kekurangan. Kelebihan pada kegiatan ini adalah murid terbiasa untuk senatiasa berdoa sebelum memulai pelajaran dan memahami pentingnya berdoa, sehingga murid akan melakukan tanpa paksaan dari guru. Kelebihan berikutnya yang diperoleh dari kegiatan pembiasaan ini adalah murid tidak hanya sekedar membaca ayat-ayat pada Al Quran tetapi mereka dapat memahami makna yang terkandung di dalamnya serta dikaitkan pada materi yang mereka pelajari sehingga akan menumbuhkan keimanan dalam diri murid.

Adapun kekurangan pada kegiatan ini, guru harus harus lebih memahami lagi ayat-ayat yang ada dalam Al quran terkait dengan materi yang diajarkan. Beberapa siswa masih malu-malu untuk memimpin doa. selain itu kendala lain nya adalah jika ada murid yang berbeda agama di kelas. Hal ini belum saya ditemui di kelas saya karena kondisi agama siswa masih homogen.

Rencana Perbaikan Kegiatan

 Berdasarkan kekurangan yang dihadapi maka perlu dilakukan perbaikan. Guru harus lebih aktif lagi dalam memberi motivasi kepada siswa agar lebih percaya diri lagi untuk memimpin doa dan terus memberikan penguatan dan dukungan kepada murid. Perbaikan kedua adalah guru lebih aktif lagi dan mencari ayat Al Quran yang terkait dengan materi pelajaran, dan akan lebih baik lagi jika berkonsultasi/berkolaborasi dengan guru pendidikan Agama Islam atau pihak lain yang lebih kompeten misalnya pemuka agama. Terkait kendala jika ada murid yang beragama berbeda, guru bisa memberi tugas kepada murid untuk mencari pada kitab suci atau ajaran pada agama yang dianutnya terkait dengan materi pelajajaran. Hal ini ini juga sekaligus dapat memumbuhkan motivasi instrinsik dalam hal saling menghargai perbedaan agama, dan murid akan memahami bahawa setiap ajaran agama mengajarkan kebaikan sehingga akan memumbuhkan toleransi beragama dalam diri murid.

Saatnya Bekerja untuk Iklim: UPT SMA Negeri 16 Bone Tampilkan Inovasi dan Kampanye Pengelolaan Sampah pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

"Bumi tidak membutuhkan segelintir orang yang hidup sempurna dalam menjaga lingkungan, tetapi membutuhkan jutaan orang yang mau mulai p...