Rabu, 25 November 2020

Elaborasi Pemahaman_Kebutuan Perubahan di Sekolah 

INKUIRI APRESIATIF


    Menjadikan sekolah sebagai rumah yang aman, nyaman dan bermakna bagi murid sepertinya sudah menjadi hal yang umum diinginkan semua pihak. Namun, dalam prakteknya, kalimat tersebut bukan kalimat yang mudah untuk diwujudkan karena diperlukan perubahan yang mendasar dan upaya yang konsisten.

    Untuk mewujudkan hal ini tentu dibutuhkan berbagai upaya, salah upaya yang dapat dilakukan adalah melalui Inquiri Apresiatif (IA), IA dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Pendekatan ini menyakini bahwa setiap orang memiliki potensi dalam diri nya. Potensi ini perlu digali dan dipahami dengan baik akn tumbuh menjadi kekuatan yang dapat berkontribusi dalam meraih kesuksekan. Melalui Pendekatan ini, diyakin dapat menggali dan mengembangkan kreatifitas dan kemampuan berinovasi melalui pendekatan psikologi positif dan pendidikan positif.

    Menurut Cooperrider, saat ini kita hidup pada zaman yang membutuhkan mata yang dapat melihat dan    mengungkap hal yang benar dan baik. Mata yang mampu membukakan kemungkinan perbaikan dan  memberikan  penghargaan.

    Hal ini sejalan pemikiran KHD yang menyatakan bahwa Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu”. Setiap anak memiliki kodrat nya masing-masing, yakni kodrat alam dan kodrat zaman. Seorang guru harus mengenali setiap keunikan yang dimiliki oleh muridnya, memahami setiap kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh dirinya sendiri, murid nya dan semua pihak yang terkait demi mewujudkan rasa aman , nyaman dan bermakna dalam proses pengajaran yang dilakukan.


    Agar seorang guru mampu memahami kodrat setiap muridnya, tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun hal ini tidak mustahil untuk dilakukan. Dalam pendekatan inquiri apresiatif dikenal pendekatan BAGJA yang dalam bahasa sunda berarti bahagia. Yang artinya seorang guru harus melakukan pendekatan ini dengan penuh rasa bahagia agar dapat berhasil dan murid pun tumbuh menjadi generasi hebat dam bahagia.

    Laksanakan tiap tahapan BAGJA dimulai dengan menentukan kemana arah yang ingin dituju, menuntun dalam pengambilan pelajaran, gali mimpi bersama, identifikasi tindakan yang perlu dan atur rencana sehingga menjadi nyata.

    Tidak ada perubahan yang tidak membutuhkan pengorbanan, tapi yakinlah tidak pergorbaan yang sia-sia dijika awali dengan niat baik dan tulus.

    Mari kenali, dekati, dan buat murid kita jatuh cinta, maka kita mampu menuntun mereka menjadi generasi dengan Profile Pancasila.

Mari bergerak bersama mewujudkan Merdeka Belajar

Salam Dan Bahagia



youtube link video :  



Jumat, 13 November 2020

Tindakan untuk Aksi Nyata

 

Judul Modul : 1.2..b.10. Koneksi Antar Materi – Nilai dan Peran Guru Penggerak

 

Nama Peserta : Rusnilawarni, CGP Kab. Bone



 

Latar belakang :

Guru merupakan ujung tombak pendidikan karena gurulah yang bersentuhan langsung dengan murid.  Seorang guru harus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan pada muridnya yaitu dengan cara mejadi teladan yang baik bagi murid. Membiasakan murid untuk saling bekerjsama dalam kelompok yang heterogen juga sangat penting, hal ini untuk melatih siswa terbiasa dengan perbedaan dan memahami keberagaman. Sesuai dengan filosofi pendidikan KHD, seorang guru ibarat petani yang harus menyemai bibit dengan baik, menuntun siswa dengan nilai-nilai kehidupan yang baik, senantiasa menjadi panutan dan membangun motivasi intrinsic dalam diri siswa.

Tujuan :

1.   Meningkatkan semangat dan motivasi belajar karena guru penggerak berhasil menjadi fasilitator dan motivator bagi murid.

2.   Murid akan tumbuh menjadi manusia merdeka yang memiliki profil Pancasila,

3.   Menciptakan generasi yang bahagia, cerdas, kuat dan warga masyarakat yang paham akan nilai perbedaan dan keberagaman

Tolak ukur :

1. Pembelajaran yang membiasakan kolaborasi

2. Anak didik semakin semangat dalam belajar

3. Anak didik memiliki rasa empati terhadap orang lain.

4. Hasil belajar dan motivasi meningkat.

      5. Anak didik menunjukkan perubahan sikap menghargai orang lain walaupun  berbeda keyakinan dan budaya

Lini masa tindakan yang akan dilakukan :

1.  Berkoordinasi dengan kepala sekolah dan rekan sejawat.

2.  Pembiasaan  ibadah  rutin  di sekolah untuk meningkatkan Iman dan Taqwa, misalnya berdoa sebelum belajar, tadarrus dan shalat berjamaaah

3.  Sosialisasi pengenalan budaya melalui kunjungan wisata/ meseum, nonton bareng, kajian literatur

4.  Melakukan sosialiasi pentingnya toleransi melalui karya : poster, artikel, cerpen, puisi yang dipublikasikan pada mading  sekolah maupun sosial media

5.  Kegiatan  bakti  sosial  secara rutin maupun saat terjadi musibah / bencana alam

6.  Evaluasi dan refleksi tindakan.

Dukungan yang dibutuhkan :

Semua pihak yang terlibat mulai dari anak didik, rekan guru, kepala sekolah, orang tua, masyarakat sekitar, serta fasilitator dan pendamping dalam kegiatan PGP.

 

 


  

Selasa, 10 November 2020

 



Guruku

 

 Guruku  baik sekali

Tidak pelit membagi ilmu

Karena guru ku tahu

Ilmunya tidak akan habis jika di bagi

 

 Guruku  baik sekali

Selalu tersenyum walau kami tahu dia lelah

Lelah dengan tingkah kami yang kadang menggemaskan

Guruku  baik sekali

Ibarat mata air yang terus mengalirkan nilai-nilai kemanusian untuk kami tiru

Agar kelak kami menjadi manusia merdeka yang mampu mengolah pikir dan laku dengan bijak.

 

Guruku  baik sekali

Walau kadang tak ingat nama kami

Tetapi selalu paham dengan perasaan kami.

Tak pernah putus memberi  semangat

 

Guru ku

Terkadang  kamu menjadi pilot

Membawa kami terbang melihat masa depan

Terkadang kamu mendadak menjadi penceramah

Mengingatkan kami akan hari akhir

Kadang pula kamu menjadi pelawak

Membuat kami tertawa ketika mulai pusing dengan teori yang rumit

Dan tak jarang kamu menjadi sahabat

Mendengarkan keluh kesah kami.


Guru ku

Pelangi terlihat indah karena warna yang berbeda

Begitupun kehidupan menjadi berwarna karena perbedaan

Taman terlihat cantik karena ragam bunga

Begitupun kehidupan menjadi indah karena keberagaman

Itu pesan mu untuk kami


Guru ku

Kau selalu meluangkan waktu untuk kami

Walau sekedar duduk bersama menikmati gorengan di kantin sekolah.

 

 

 

Selasa, 03 November 2020

 

Hukum Dasar Kimia

Pernahkah kalian membuat kue atau menu masakan tertentu? Nah setiap kue yang dibuat pasti punya takaran bahannya masing-masing agar menghasilkan kue yang enak dan sedap untuk dimakan. Tentunya bahan-bahan yang dipakai membuat roti donat dan kue bolu keju berbeda walaupun ada yang sama tetapi pasti takarannya berbeda. Ternyata dalam rekasi kimia pun demikian, ada takaran tertentu dalam tiap reaksi. Penentuan takaran itu akan kita bahas pada topik Hukum Dasar Kimia.


Apa sih Hukum Dasar Kimia ?


Hukum dasar Kimia berisi metode-metode ilmiah skala laboratorium yang sudah terstandarisasi. Hukum dasar Kimia yang dimaksud meliputi, hukum Lavoisier, hukum Proust, hukum Dalton, hukum Gay-Lussac, dan hukum Avogadro. Yuksss kita simak dan baca penjelasannya!

1. Hukum Lavoisier

Hukum Lavoisier dicetuskan oleh ilmuwan asal Prancis, yaitu Antonie Laurent Lavoisier. Dalam penelitiannya, Lavoisier membakar merkuri cair berwarna putih dengan oksigen sampai dihasilkan merkuri oksida berwarna merah. Tidak sampai situ saja, Lavoisier memanaskan merkuri oksida sampai terbentuk merkuri cair berwarna putih dan oksigen. Dari penelitian tersebut, diperoleh hasil bahwa massa oksigen yang dibutuhkan pada proses pembakaran sama dengan massa oksigen yang terbentuk setelah merkuri oksida dipanaskan. Oleh karena itu, hukum Lavoisier dikenal sebagai hukum kekekalan massa. Adapun pernyataan hukum Lavoisier adalah sebagai berikut.

2. Hukum Proust (Hukum Perbandingan Tetap)

Seorang ilmuwan asal Prancis, Joseph Louis Proust, meneliti perbandingan massa unsur yang terkandung di dalam suatu senyawa pada tahun 1799. Penelitian itu membuktikan bahwa setiap senyawa tersusun atas unsur-unsur dengan komposisi tertentu dan tetap. Oleh karena itu, hukum Proust dikenal sebagai hukum perbandingan tetap. Adapun pernyataan hukum Proust adalah sebagai berikut.


3. Hukum Dalton (Hukum Perbandingan Berganda)

Seorang ilmuwan asal Inggris, John Dalton, melakukan penelitian dengan membandingkan massa unsur-unsur pada beberapa senyawa, contohnya oksida karbon dan oksida nitrogen. Senyawa yang digunakan Dalton adalah karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2). Dari perbandingan keduanya, diperoleh hasil sebagai berikut.



Jika massa karbon di dalam CO dan CO2 sama, massa oksigen di dalamnya akan memenuhi perbandingan tertentu. Perbandingan massa oksigen pada senyawa CO dan CO2 yang diperoleh Dalton adalah 4 : 8 = 1 : 2. Dengan demikian, hukum Dalton dikenal sebagai hukum perbandingan berganda. Berikut ini pernyataan hukum Dalton.

4. Hukum Gay Lussac (Hukum Perbandingan Volume)

Hukum Gay Lussac dicetuskan oleh ilmuwan asal Prancis, yaitu Joseph Gay Lussac. Lussac meneliti tentang volume gas dalam suatu reaksi kimia. Berdasarkan penelitiannya, Lusac mengambil kesimpulan bahwa perubahan volume gas dipengaruhi oleh suhu dan tekanan. Pada suhu dan tekanan tertentu, 1 liter gas nitrogen bisa bereaksi dengan 3 liter gas hidrogen menghasilkan 2 liter gas amonia. Adapun persamaan reaksinya adalah sebagai berikut.

 



Adapun pernyataan hukum Gay Lussac adalah sebagai berikut.

5. Hipotesis Avogadro

Hipotesis Avogadro dicetuskan oleh seorang ilmuwan asal Italia, Amadeo Avogadro, pada tahun 1811. Avogadro menyatakan bahwa partikel unsur tidak selalu berupa atom yang berdiri sendiri, melainkan bisa berbentuk molekul unsur, contohnya H2, O2, N2, dan P4. Berdasarkan pemikiran tersebut, Avogadro berhasil menjelaskan hukum Gay Lussac dan membuat hipotesis sebagai berikut.


Dengan adanya hipotesis tersebut, diperoleh bahwa perbandingan volume gas sama dengan perbandingan koefisien. Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut.


Nahh karena kita sudah bahas satu per satu hukum-hukum dasar kimia. Sekarang silahkan kalian cermati contoh-contoh soal berikut!

Contoh Soal 1 (Hukum Lavoisier)

Besi bermassa 21 gram direaksikan dengan belerang sehingga membentuk 33 gram besi belerang. Tentukan massa belerang yang bereaksi!

Pembahasan:

Sebelum menentukan massa belerang yang bereaksi, kalian bisa menulis persamaan reaksinya.

 


Hukum Lavoisier menyatakan bahwa massa zat sebelum dan setelah reaksi adalah sama, sehingga diperoleh:

massa besi + massa belerang = massa besi belerang

maka,

massa belerang = massa besi belerang - massa besi

 massa belerang = 33 gram - 21 gram

Jadi, massa belerang yang bereaksi adalah 12 gram.

Mudah kan?!

Contoh Soal 2 (Hukum Proust)

Senyawa karbon dioksida dibentuk dari unsur karbon dan oksigen dengan perbandingan massa karbon dan oksigen adalah 3 : 8. Jika unsur karbon yang bereaksi 1,5 gram, tentukan massa oksigen yang bereaksi dan massa karbon dioksida yang terbentuk!

Pembahasan:

Dari soal tersebut diketahui:


Dengan menggunakan hukum perbandingan antara unsur dan massa yang diketahui, diperoleh:

  • Massa oksigen yang diperlukan

  • Massa karbon dioksida yang terbentuk

Massa karbon dioksida yang terbentuk bisa ditentukan berdasarkan persamaan hukum Lavoisier berikut.

Jadi, massa oksigen yang bereaksi dan massa karbon dioksida yang terbentuk berturut-turut adalah 4 gram dan 5,5 gram.

Atau kalian bisa menggunakan cara SUPER “Solusi Quipper” yang ibu kutip dari laman blog Quipper berikut.



Contoh Soal 3 (Hukum Dalton)

Dua buah senyawa oksida nitrogen (NxOy) yang tersusun atas unsur oksigen dan nitrogen dengan komposisi sebagai berikut.

Senyawa

Massa Nitrogen (gr)

Massa Oksigen (gr)

I

28

16

II

28

48

Tentukan perbandingan antara massa oksigen pada senyawa I dan II!

Pembahasan:

Untuk menentukan perbandingan massa oksigen pada kedua senyawa tersebut, kalian cukup melihat massa oksigen yang diketahui. Ternyata, cukup mudah menentukan perbandingannya ya, karena massa nitrogennya sudah sama. Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut.

Massa oksigen I : Massa oksigen II

     16 gr             : 48 gr

        1                : 3

Jadi, perbandingan massa oksigen pada senyawa I dan II adalah 1 : 3.

Contoh Soal 4 (Hukum Gay Lussac)

1 liter gas hidrogen bereaksi dengan 1 liter gas klorin, sehingga dihasilkan 2 liter gas hidrogen klorida. Jika gas hidrogen yang direaksikan 5 liter, tentukan gas hidrogen klorida yang dihasilkan!

Pembahasan:

Untuk menentukan volume gas hidrogen klorida yang dihasilkan, kalian bisa menggunakan perbandingan berikut dengan anggapan suhu dan tekanan tidak berubah.



Jadi, volume gas hidrogen klorida yang dihasilkan adalah 10 liter. 



SUMBER

Penulis: Eka Viandari/QUIPPER


Saatnya Bekerja untuk Iklim: UPT SMA Negeri 16 Bone Tampilkan Inovasi dan Kampanye Pengelolaan Sampah pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

"Bumi tidak membutuhkan segelintir orang yang hidup sempurna dalam menjaga lingkungan, tetapi membutuhkan jutaan orang yang mau mulai p...