Minggu, 14 Februari 2021

 

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

(Mewujudkan Merdeka Belajar Bagi Murid Dan Guru)



Mengingat kembali filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara yakni setiap anak memiliki kodratnya masing-masing yakni kodrat alam dan kodrat zaman. Dalam proses pembelajaran seorang guru harus betul-betul memahami kondisi muridnya, namun hal ini mustahil dilakukan oleh guru tanpa adanya kerjasama dengan murid itu sendiri. Murid dan guru merdeka belajar harus saling berkolaborasi bersama menggali dan mengembangkan potensi dengan mengakomodasi karakteristik masing-masing murid untuk mewujudkan rasa aman, nyaman dan bermakna selama proses pembelajaraan. Salah upaya dalam mewujudkan hal ini adalah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.

Pembelajaran Berdiferensiasi adalah proses atau filosofi untuk pengajaran efektif dengan memberikan beragam cara untuk memahami informasi baru untuk semua murid dalam komunitas ruang kelasnya yang beraneka ragam, termasuk cara untuk mendapatkan konten, mengolah, membangun, atau menalar gagasan, dan mengembangkan produk pembelajaran dan ukuran penilaian sehingga semua murid didalam suatu ruang kelas yang memiliki latar belakang kemampuan beragam bisa belajar dengan efektif. proses mendiferensiasikan pelajaran dilakukan untuk menjawab kebutuhan, gaya, atau minat belajar dari masing-masing murid. 

Konsep dasar pembelajaran berdiferensiasi yaitu pembelajaran yang berorientasi pada murid dimana seorang guru harus mengacu pada terciptanya lingkungan belajar yang mengundang murid untuk belajar untuk mencapai tujuan belajar, kurikulum yang difediniskan dengan jelas, penilaian berkelanjutan, refleksi guru serta pengelolaan kelas yang efektif.

Perencanaan pembelajaran diferensiasi ini dimulai dengan mengkaji kurikulum hal ini penting dilakukan agar guru mendapat gambaran tentang kompetensi dasar yang akan dicapai, sehingga dapat menentukan indakator pembelajan serta tujuan pembelajaran yang tepat dan disesuaikan dengan kebutuhan belajar murid yang akan diajar. Langkah selanjutnya adalah merancang penerapan dan strategi yang akan dilakukan dilakukan di dalam kelas baik itu proses pembelajaran dilakukan secara daring maupun luring.

Sebelum membuat rencana pembelajaran atau yang biasa kita sebut dengan istilah RPP, ada 3 aspek yang perlu dipahami dengan baik agar rencana pembelajaran diferensiasi yang dirancang sesuai dengan kebutuhan murid. Ketiga aspek tersebut yakni kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar murid. Seorang guru tentunya bukan peramal yang dapat menebak secara langsung karakter muridnya, tentunya memerlukan berbagai pendekatan untuk mengetahui hal tersebut yakni dengan membuat pemetaan belajar murid yang mengacu pada ketiga aspek tersebut. Guru dapat melakukan wawancara langsung dengan murid, menggunakan kuisioner, equalizer yang diperkenalkan oleh Tomlinson dan juga dapat dilakukan dengan pengamatan secara langsung. Pemetaan kebutuhan belajar murid dapat dikaitkan berdasarkan gaya belajar, minat murid terhadap suatu fenomena maupun tingkat pemahaman dalam materi tertentu.

Jika guru telah melakukan pemetaan terhadap kebutuhan murid maka akan lebih mudah dalam menetukan strategi dan langkah pembelajaran yang akan dilakukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Strategi pembelajaran diferensiasi ada 3 yaitu deferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk. Diferensiasi konten berupa materi apa yang akan diajarkan, guru dapat menyesuaikan dengan minat belajar murid. Misalkan dalam pembelajaran terkait melakukan wawancara guru dapat memberikan topik yang berbeda kepada muridnya misalkan ekonomi, kesehatan dan politik. Murid diberi kebebasan untuk memilik sesuai dengan minatnya. Diferensiasi proses terkait dengan skenario pembelajaran, dalam strategi ini guru dapat memberikan kegiatan yang berbeda untuk murid yang memiliki gaya belajar berbeda misalnya memberikan materi dalam bentuk podcast atau rekaman suara bagi murid yang auditori, memberikan gambar atau poster menarik bagi murid visual atau meminta murid yang kinestetik untuk berjalan melakukan pengamatan terkait materi yang dipelajari. Dalam pembelajaran diferensiasi juga memberikan kesempatan bagi murid untuk menentukan produk tugas yang akan dibuat sesuai dengan minat, kesiapan dan profil belajarnya, hal ini termasuk dalam strategi diferensiasi produk. Tugas yang diberikan kepada murid boleh tidak seragam dalam satu kelas misalnya semua murid harus membuat rangkuman materi secara tertulis, tetapi murid boleh memilih bentuk produk tugasnya bisa dalam bentuk tulisan, video bahkan dalam bentuk poster.

          Melihat gambaran mengenai pembelajaran diferensiasi akan memunculkan argument bahwa pembelajaran ini akan merepotkan guru karena harus memikirkan keberagaman murid. Diferensiasi tidak berarti bahwa guru harus dapat memenuhi kebutuhan semua murid di dalam kelas setiap saat dan setiap waktu. Tetapi, guru memang diharapkan dapat menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran sehingga sebagian besar murid menemukan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

          Pada dasarnya pembelajaran ini bukan hal yang baru untuk kita terapkan karena murid sejak dulu telah memiliki karakter yang beragam. Tentunya selama ini dalam membuat rencana pembelajaran (RPP) guru telah memikirkan kebutuhan murid, hanya saja dalam pembelajaran berdiferensiasi ini dalam merencanakan pembelajaran lebih tergambar pada tujuan, langkah pembelajaran, materi, media, serta instumen penilaian terkait kebutuhan belajar murid.

Sesuai dengan tujuan pembelajaran berdiferensiasi yaitu guru semakin memahami tentang posisi belajar murid sehingga pembelajaran berdasar pada kebutuhan murid. Ketika menerapakan pembelajaran berdiferensiasi guru akan melihat keunikan pada murid dan tidak lagi berfokus pada dirinya sendiri. Maka mulailah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yang nyaman dan menyenangkan bagi murid dan guru.

SALAM DAN BAHAGIA

 

RUSNILAWARNI

CGP KAB. BONE

SMAN 16 BONE

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saatnya Bekerja untuk Iklim: UPT SMA Negeri 16 Bone Tampilkan Inovasi dan Kampanye Pengelolaan Sampah pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

"Bumi tidak membutuhkan segelintir orang yang hidup sempurna dalam menjaga lingkungan, tetapi membutuhkan jutaan orang yang mau mulai p...