KONEKSI ANTAR MATERI
PEMBELAJARAN SOSIAL DAN
EMOSI
(RUSNILAWARNI
CGP KAB. BONE )
Pembelajaran sosial dan emosi merupakan
pembelajaran yang mengarahkan anak untuk memiliki kesadaran penuh (mindfulness). Pembelajaran ini dilakukan secara kolaboratif seluruh
komunitas sekolah. Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan orang dewasa di
sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif
mengenai aspek sosial dan emosional. Pembelajaran sosial dan emosional
bertujuan untuk (1) memberikan pemahaman, penghayatan dan kemampuan untuk
mengelola emosi, (2) menetapkan dan mencapai tujuan positif (3) merasakan dan
menunjukkan empati kepada orang lain (4) membangun dan mempertahankan hubungan
yang positif serta,(5)membuat keputusan yang bertanggungjawab.
Pembelajaran sosial dan emosional dapat diberikan dalam
tiga ruang lingkup:
- Rutin: pada saat kondisi
yang sudah ditentukan di luar waktu belajar akademik, misalnya kegiatan
lingkaran pagi (circle time), kegiatan membaca setelah jam makan
siang
- Terintegrasi dalam
mata pelajaran:
misalnya melakukan refleksi setelah menyelesaikan sebuah topik
pembelajaran, membuat diskusi kasus atau kerja kelompok untuk
memecahkan masalah, dll.
- Protokol: menjadi budaya atau
aturan sekolah yang sudah menjadi kesepakatan bersama dan
diterapkan secara mandiri oleh murid atau sebagai kebijakan sekolah
untuk merespon situasi atau kejadian tertentu. Misalnya, menyelesaikan
konflik yang terjadi dengan membicarakannya tanpa kekerasan,
mendengarkan orang lain yang sedang berbicara, dll.
Sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara, pendidikan merupakan
suatu proses menuntun segala kodrat yang ada pada diri anak agar dapat mencapai
keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun
anggota masyarakat. Pembelajaran sosial dan emosi (KSE) mengarahkan anak untuk
dapat memiliki kompetensi pengenalan emosis, pengelolaan diri, kesadaran sosial
(keterampilan berempati), keterampilan berhubungan sosial (resiliensi) dan
pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Jika anak terbiasa diberi
keterampilan-keterampilan tersebut maka mereka akan tumbuh menjadi manusia
merdeka dan memiliki profile pancasila. Mengapa ? karena semua kompetensi pada
KSE ini mengarah ke 6 profile Pancasila yang diharapkan ada pada diri murid.
Namun, KSE ini tidak hanya diharapkan dimiliki oleh
murid saja. Seorang guru juga harus memiliki kesadaran penuh. Kita sadari betul
bahwa profesi seorang guru memiliki tantangan yang sangat kompleks. Beban tugas
yang mengajar ditambah beban tugas tambahan dan tugas keluarga. Tentunya
seorang guru harus mampu untuk mengelola emosi dengan baik. Hal ini tidak dapat
terwujud jika tidak memiliki kesadaran penuh dalam dirinya. Guru harus mampu
memahami setiap karakter murid dan memberikan respon yang selalu positif. Oleh
karena itu berbagai teknik dalam KSE seperti STOP harus diterapkan dan dikuasi
oleh seorang guru.
Salam dan Bahagia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar