Senin, 12 April 2021

Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

 Modul 3.1.a.8

Koneksi Antar Materi

Rusnilawarni_CGP Kab. Bone_Angkatan1_SMAN16Bone



Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

“Teaching Kids To Count is Fine But Teaching Them What Counts is Best”

(Mengajarkan anak tentang ilmu berhitung adalah baik, namun mengajarkan mereka apa yang  berharga/utama adalah yang terbaik)
“Bob Talbert”


Seorang pemimpin pembelajaran adalah sosok yang dapat memberikan kontribusi pada proses pembelajaran murid. Berdasarkan kutipan di atas jelas sekali tergambar bahwa seorang guru yang sejatinya adalah pemimpin pembelajaran dituntut untuk menghadirkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Murid tidak hanya diberikan pendidikan tetapi juga pengajaran. Setiap anak diberikan haknya untuk tumbuh sesuai dengan kodratnya,diberikan ruang dan stimulus yang baik agar dapat menjadi generasi yang cerdas, kuat dan bijaksana serta mampu menjadi anggota masyarakat yang berguna. 

Mewujudkan murid yang merdeka belajar dan memiliki profil Pancasila adalah tujuan yang harus dicapai seorang pemimpin pembelajaran. Hal ini membutuhkan karakter yang kuat pada diri seorang pemimpin pembelajaran. Sejalan dengan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara yang kita kenal dengan Pratap Triloka. Tiga falsafah pendidikan tersebut yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso , dan Tut Wuri Handayani.

Ing ngarsa sung tulodo (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan). Sebagai seorang guru kita terlalu banyak menuntut kepada siswa tapi lupa bercermin, sudah pantaskah kita menjadi seorang guru? Sejatinya seorang guru adalah sosok yang bisa digugu dan ditiru.  Ing madya mangun karsa (ditengah atau diantara murid, guru menciptakan prakarsa dan ide). Peran seorang guru tidak cukup hanya dengan menjadi role model yang baik. Guru juga harus mampu menjadi fasilitator. Setiap anak memiliki kodratnya masing-masing, guru harus memahami dengan baik setiap karakter dan kebutuhan siswanya. Tut wuri handayani (dari belakang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan). Sesuai dengan pemikiran KHD tentang Sistem Among bahwa seorang guru mendidik dengan penuh perhatian agar dapat memastikan setiap anak tumbuh sesuai kodratnya masing-masing. 

Berdasarkan 3 filosofi tersebut jelas sekali mengambarkan bagaimana seharusnya karakter seorang pemimpin pembelajaran. Dalam mementukan proses pembelajaran di kelas harus diputuskan dengan baik, banyak hal yang perlu dipertimbangan. Tentunya seorang pemimpin pembelajaran akan dihadapkan pada berbagai kondisi yang kompleks. Semua keputusan yang diambil harus dipertimbangkan dengan baik, terkadang dalam mengambil keputusan akan dihadapakan pada beberapa pilihan yang memunculkan dilema. Pada kasus tertentu keputusan yang diambil akan memberikan dampak pada banyak pihak dan memberi efek jangka panjang maupun jangka pendek, bersinggungan dengan peraturan dan bahkan tidak jarang terkait dengan rasa empati terhadap orang lain. 2 hal penting yang harus dipertimbangan dengan baik apakah kasus yang dihadapi termasuk dilema etika atau bujukan moral. Suatu keputusan akan menjadi sebuah dilema etika ketika dihadapkan pada pilihan yang keduanya benar secara moral namun saling bertentangan misal memilih untuk menjaga anak yang sedang sakit atau menjalankan tugas mengajar. Tetapi jika keputusan yang diambil terkait dengan benar dan salah misal membiarkan murid menyontek atau menegur adalah situasi bujukan moral.

Setelah mampu untuk membedakan antara dilema etika dan bujukan moral seorang pemimpim pembelajaran harus menentukan keputusan yang akan diambil. Pengambilan keputusan yang baik harus mempertimbangkan 4 paradigma dan 3 prinsip  serta 9 langkah dalam pengambilan keputusan. 4 paradigma dalam pengambilan keputusan yaitu individu melawan masyarakat, rasa keadilan melawan rasa kasihan, kebenaran melawan kesetiaan , jangka pendek lawan jangka panjang. Setelah menentukan paradigma yang tepat maka dalam menentukan keputusan apa yang akan diambil, maka seorang pemimpin pembelajaran harus menetukan prinsip apa yang akan digunakan diantaranya berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan atau berpikir berbasis rasa peduli. Selanjutnya agar keputusan yang diambil tepat dan memberikan manfaat serta pengalaman positif maka perlu mempertimbangkan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan yaitu mengetahui adanya nilai-nilai yang saling bertentangan, menentukan siapa yang terlibat, mengumpulkan fakta-fakta yang relevan, menguji benar atau salah, menguji paradigma benar lawan benar, melakukan prinsip resolusi, melakukan investigasi opsi trilema, mengambil keputusan dan melakukan refleksi.

Apa yang telah dipaparkan tentunya tidak akan mudah untuk dilakukan. Dibutuhkan pembiasaan dan latihan. Proses pengambilan keputusan membutuhkan rasa percaya diri dan keberanian pada diri seorang pengambil keputusan. Melakukan komunikasi asertif untuk mengenali masalah yang dihadapi sangat penting untuk dilakukan. Mengidentifikasi dengan baik setiap potensi dan tantangan yang dihadapi tentunya akan membantu dalam mengambil keputusan yang benar. Jika kita kembali mengingat tentang teknik coaching yang membutuhkan ketepatan mengenali masalah yang dihadapi oleh coachee serta memberikan pertanyaan yang dapat menggali hal-hal apa yang dialami dan mengarahkan untuk menentukan apa yang akan dilakukan dilakukan semua ini sangat terkait dengan proses pengambilan keputusan. Kedua komptensi ini merupakan hal yang tidak terpisahkan dalam diri seorang pemimpin pembelajaran. Jika hal ini mampu untuk terapkan dengan baik maka kemampuan dalam diri seorang anak mampu untuk dikembangkan dengan baik dalam proses pembelajaran yang dilakukan. Tujuan untuk memberikan pembelajaran yang merdeka dan murid dengan profil Pacasila akan terwujud. 

Sejatinya seorang pemimpin pembelajaran adalah sosok yang mampu mengambil keputusan yang dapat mempengaruhi masa depan murid-muridnya.


Salam dan Bahagia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saatnya Bekerja untuk Iklim: UPT SMA Negeri 16 Bone Tampilkan Inovasi dan Kampanye Pengelolaan Sampah pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

"Bumi tidak membutuhkan segelintir orang yang hidup sempurna dalam menjaga lingkungan, tetapi membutuhkan jutaan orang yang mau mulai p...